‘Rahim’ Paroki St. Yoseph yang Subur,
Menuju Satu Abad Lahirkan Paroki Baru
Catatan: Hironimus Adil-Umat Paroki St. Yoseph Denpasar
MELAHIRKAN DI USIA 90 TAHUN
Paroki St. Yoseph Denpasar akan memasuki usia satu abad atau 100 tahun. Menuju satu abad usianya, paroki bersejarah ini kembali mengukir sejarah baru.
Pada 12 September 2025 paroki tertua di Bali ini memasuski usia 90 tahun. Tonggak sejarah Gereja Katolik di Bali bermula dari kedatangan dan menetapnya Pater Johanes Kersten, SVD pada 12 September 1935 di sebuah gubuk reot yang ada di Denpasar (tepat di lokasi berdirinya Gereja Katolik St. Yoseph Denpasar).
Memulai karya Gereja Katolik Keuskupan, juga dihitung dari kedatangan misionaris perdana itu, maka tahun 2025 ini, Gereja Katolik Keuskupan Denpasar juga merayakan usia 90 tahun, sama persis dengan Paroki St. Yoseph.
Dengan demikian Paroki St. Yoseph Denpasar (juga Keuskupan Denpasar) sedang menuju usia 1 abad, yang akan terjadi dalam waktu 10 tahun mendatang .
Dalam usia yang cukup matang sebagai sebuah Lembaga, tahun 2025 ini, Paroki St. Yoseph kembali melahirkan paroki baru yaitu Paroki Yesus Gembala Yang Baik (YGYB) yang terletak di Jalan Saridana Ubung, Denpasar.
Awalnya, oleh sang perintis pembangunan, Pastor Paroki St. Yoseph kala itu RP. Servasius Subhaga, SVD (Alm), hendak menjadikan pembangunan yang terletak di Ubung Kaja, Denpasar utara itu sebagai Griya Bhakti Pastoral atau Pastoral Care milik Paroki St. Yoseph Denpasar (bdk. Buku 75 Tahun Katolik-Sejarah Perkembangan Paroki St. Yoseph Denpasar-Penyusun Hironimus Adil), mengingat keterbatasan Gereja St. Yoseph Denpasar, terutama untuk pembinaan iman dan berbagai aktivitas pastoral.
Sehingga konsep pembangunan di dalam areal Griya Bhakti Pastoral, memadukan secara lengkap sarana-prasarana pembinaan iman umat, sekaligus pusat kegiatan pastoral lainnya, dilengkapi pula dengan sebuah bangunan gereja yang kini kita kenal sebagai Gereja Yesus Gembala Yang Baik, serta sarana devosi seperti Gua Maria, dan sebagainya.
Ketika selesai dibangun, bangunan Griya Bhakti Pastoral itu, sungguh dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat pembinaan umat. Beragam kegiatan pastoral mulai dari anak-anak dan remaja, OMK dan umat dewasa sangat semarak dilaksanakan. Tempat-tempat pertemuan maupun areal parkir yang sangat luas juga tersedia.
Demikian pula, Gereja Yesus Gembala Yang Baik, sejak selesai dibangun difungsikan juga sebagai tempat ibadat (misa) reguler umat Paroki St. Yoseph, mengingat gereja lama di jalan Kepundung tidak bisa lagi menampung umat yang begitu banyak. Bahkan sejak difungsikannya Gereja Yesus Gembala Yang Baik, Gereja St. Yoseph hanya menyelenggarakan satu kali Misa yaitu pada Sabtu sore, sementara Minggu pagi di Gereja Yesus Gembala Yang Baik.
Saat perkembangan umat terus bertambah, di Gereja Gembala Yang Baik Ubung dilaksanakan dua kali Misa yaitu pada hari Minggu pkl. 06.30 dan 09.00. Di gereja lama di jalan Kepundung No.2 Denpasar juga dilaksanakan dua kali Misa yaitu Sabtu sore dan Minggu sore pukul 18.00, kemudian akhirnya menjadi tiga kali, ditambah pada Minggu pagi pukul 06.30.
Seiring jumlah umat yang terus meningkat, maka melalui Keputusan Bapak Uskup Mgr. Silvester San, Gereja Yesus Gembala Yang Baik, Ubung-Denpasar, yang awalnya bagian dari Griya Bhakti Pastoral Paroki St. Yoseph, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi paroki tersendiri, terpisah dari sang induk, Paroki St. Yoseph Denpasar. Dengan demikian, Paroki St. Yoseph Denpasar kembali melahirkan sebuah paroki baru.
Pengumuman secara resmi dan pembacaan SK Uskup Denpasar tentang lahirnya paroki baru itu, terjadi dalam Misa Minggu, 14 September 2025, sekaligus perayaan 90 tahun Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Denpasar.
Hari itu juga dilaksanakan serah terima berbagai hal termasuk pengumuman pembagian aset-aset paroki antara Pastor Paroki St. Yoseph RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD (sebelumnya Pastor Rekan Paroki St. Yoseph) dengan Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik RP. Yohanes I Nyoman Madia Adnyana, SVD (sebelumnya Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar), disaksikan Bapak Uskup dan umat yang hadir.
