Bagikan Artikel Ini:
Hubungi Kami Paroki Santo Yoseph Denpasar

Rahim yang Subur

“Rahim” Paroki St. Yoseph cukup subur melahirkan paroki-paroki, terutama di sekitar Denpasar dan wilayah bagian timur pulau Bali. Sebut saja, paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta yang kemudian berkembang lagi dengan dibentuknya Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua dan Paroki St. Silvester Pecatu, Paroki St. Petrus Denpasar, Paroki Roh Kudus Katedral, Paroki St. Maria Ratu Rosari Gianyar, Stasi Mandiri St. Sisilia Klungkung, Paroki St. Fransiskus Asisi Amlapura dan terakhir Paroki Yesus Gembala Yang Baik Denpasar, adalah paroki-paroki pemekaran Paroki St. Yoseph Denpasar.

Setelah lahir si bungsu Paroki Yesus Gembala Yang Baik, Paroki St. Yoseph Denpasar kembali pada keadaannya yang semula, dengan wilayah territorial yang lebih kecil, karena sebagian Lingkungan masuk dalam wilayah teritoral paroki baru Yesus Gembala Yang Baik.

Namun, dari kondisi inilah lahir gagasan dan semangat yang baru dari Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar RP. Ketut Supriyanto, SVD, untuk mengatur langkah mewujudkan Gereja Sinodal.

Hal pertama yang dilakukan Pastor Paroki adalah pembentukan Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP). DPP dan DKP yang telah terbentuk kemudian ditetapkan dalam Surat Keputusan dan dilantik oleh Uskup Denpasar.

Pastor Paroki terus melangkah dengan menggelar Rapat Kerja yang dihadiri oleh pengurus DPP dan DKP, para Ketua Lingkungan, Ketua KBG dan Kelompok Kategorial untuk merumuskan Langkah bersama dan semangat Gereja Sinodal.

Tetapi sebelum Rapat Kerja (Raker) digelar, didahului dengan Pra-Raker yang dikuti seluruh peserta yang akan mengikut Raker. Pra Raker, dilaksanakan 11 Oktober 2025, dengan menghadirkan Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, untuk memberikan pembekalan mengenai “Spiritualitas Pelayan Pastoral dalam Mewujudkan Gereja Sinodal.”

Raker berlangsung di Wisma Nangun Kerti, Pancasari, Bedugul 25-26 Oktober. Dalam berita yang terekspos dalam portal berita www.keuskupandenpasar.net, yang terbit 28 Oktober 2025, dituliskan bahwa hasil rapat itu antara lain disepakati Anggaran Rumah Tangga Paroki dan aneka prosedur Sekretariat yang baru, termasuk Iuran RKK, Penyesuaian Lingkungan dan KBG.

Dalam semangat Sinodal, Pastor Paroki menegaskan segenap umat beriman Paroki St. Yoseph Denpasar akan tetap ada di jalan yang sama untuk melangkah Sinodal bukan hanya sebagai paroki, melainkan sebagai umat Keuskupan Denpasar untuk mewujudkan Gereja yang Solid dan Solider.

Sembari memperhatikan Langkah bersama dalam fokus pastoral Keuskupan Denpasar 2026 yang mengusung tema “Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal melalui Keluarga, SEKAMI, OMK dan KBG yang Solid dan Solider,” Paroki St. Yoseph juga meletakan fokus perhatian pada pembenahan dan pengadaan sarana-prasarana termasuk renovasi gedung pastoran.

Hasil Raker itu, dapat dijadikan penuntun langkah bagi seluruh fungsionaris pastoral di Paroki St. Yoseph Denpasar dalam menggerakan roda pastoral di paroki tertua dan sarat sejarah ini.

Usai Raker, Pastor Paroki St. Yoseph terus berjalan, dengan melakukan pembenahan wilayah territorial paroki yaitu Lingkungan dan KBG. Salah satu kesepakatan penting dari Raker yaitu KBG-KBG yang ada dalam lingkungan, nama-namanya tidak lagi memakai Santo atau Santa seperti sebelumnya tetapi mengikuti nama Lingkungan dengan urutan I, II, dan seterusnya.

Misalnya Lingkungan Renya Rosari terdiri dari 4 KBG, maka nama KBG menjadi KBG Renya Rosari I, KBG Renya Rosari II, KBG Renya Rosari III dan KBG Renya Rosari IV. Demikian pula lingkungan lainnya.

Bagian dari pembenahan tersebut, Pastor Paroki mewajibkan semua Lingkungan untuk mengakhiri semua kepengurusan Lingkungan dan KBG, kemudian segera dibentuk kepengurusan baru Periode 2025-2028. Sehingga selama November – Desember 2025 ini, semua Lingkungan dan KBG sudah terbentuk dan juga pelantikan pengurus oleh Pastor Paroki paling lambat sebelum Natal 2025.

“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri, tetapi jika mau berjalan jauh jalanlah bersama.” Spirit jalan bersama (Sinodal) ini kerap kali didengangukan Pastor Paroki St. Yoseph, untuk mengajak umat agar melangkah lebih jauh dengan semangat Sinodalitas dan saling sinergi, sehingga pada akhirnya akan terwujud Gereja yang Solid (kuat, kokoh) ke dalam dan Solider (Semangat solidaritas) ke luar. Semoga!